Gerhana matahari merupakan fenomena alam dimana
posisi bumi, bulan, dan matahari berada dalam posisi sejajar, sehingga hal ini
akan menghalangai cahaya matahari yang jatuh ke bumi, terutama tepat dititik
jatuhnya bayangan bulan. Berkaitan dengan hal tersebut, di masyarakat telah
berkembang cerita mitos mengenai gerhana matahari.
Dalam mitos tersebut diceritakan sebagai
peristiwa dimana matahari dimakan oleh sosok Bathara Kala. Peristiwa itu
sendiri terjadi konon karena Bathara Kala menginginkan keabadian dalam
hidupnya. Sehingga dia berusaha untuk mencari air keabadian atau Tirta Amerta.
Air ini berada dikediaman para dewa di nirwana, dan untuk masuk kesana bukanlah
perkara mudah.
Namun dengan kesaktiannya, Bathara Kala akhirnya
berhasil menembus kawasan terlarang tersebut dan mengambil air suci Tirta
Amerta. Untung saja hal ini diketahui oleh Bathara Guru yang langsung memenggal
kepala Bathara Kala saat mulai meminum airnya. Air yang baru masuk di
kerongkongan itu benar-benar menunjukkan kekuatannya. Meski kepala Bathara Kala
telah terpisah dari badannya, kepala tersebut masih tetap hidup, sedangkan
badannya jatuh ke bumi dan berubah menjadi lesung.
Demi membalas perbuatan Bathara Guru, Bathara
Kala bersumpah untuk menciptakan kegelapan dimuka bumi. Caranya yaitu denga
menelan matahari yang merupakan sumber terang dan kehidupan dimuka bumi. Karena
itulah, agar Bathara Kala kembali memuntahkan matahari yang ditelannya, manusia
di bumi berusaha menyelamatkan matahari dengan memukul-mukul tubuh Bathara Kala
yang telah berubah menjadi lesung. Tujuannya agar Bathara Kala merasa kesakitan
dan memuntahkan kembali matahari yang telah ditelannya, sehingga bumi bisa
terang kembali.
Matahari diibaratkan sebagai alam yang merupakan
sumber kehidupan yang keberadaannya harus selalu dijaga demi kelangsungan hidup
seluruh mahluk dimuka bumi. Bathara Kala diibaratkan sebagai nafsu atau
keserakahan manusia yang selalu berusaha mengeksploitasi alam. Menumbuk lesung
dimaknai sebagai bekerja untuk mencari makan dan menyambung hidup. Sehingga
dalam mitos tersebut mengandung arti yang sangat mendalam, bahwa kita sudah
seharusnya selalu berusaha menjaga kelestarian alam, sehingga alam senantiasa
selalu menghidupi kita..
Add Your Comments